Sunday, November 20, 2016

Obrolan Suami Istri

Istri : Pa....

Suami: Hmm... (minum teh sambil ngunyah kacang dalam waktu bersamaan – kok bisa ya? Hihihi...)

Istri : Liat deh anak kita (nunjuk anak laki laki 9 tahunan yang lagi manjat atap pos satpam buat ngambil layang-layangnya yang nyangkut)

Suami: Hmm... (Sibuk ngupas kacang, membuang bijinya dan memakan kulitnya – maksudnya biar tak dikira kacang lupa ama kulitnya)

Istri : Tak terasa ya sekarang udah sebesar itu

Suami: Hmm... (masih sibuk sendiri. Kali ini berusaha mencongkel kulit kacang yang yangkut di giginya pakai korek gas)

Istri : (Cemberut) Papa ini lho kalau diajak ngomong kok responnya gak ngenakin gitu sih?

Suami: Iya... Papa dengar kok

Istri : Coba... tadi mama bilang apa?

Suami: Minta dibikinin anak lagi

Istri : Hadew... (tepuk jidat). Siapa yang bilang gitu? Mama barusan bilang anak kita udah gede, bukan minta dibikinin anak lagi

Suami: Kan sama aja, Ma. Kan biasanya kalau minta sesuatu Mama selalu pakai bahasa isyarat.

Istri : Ya nggak gitu. Lagian Papa kan tahu kalau Mama nggak mungkin melahirkan lagi karena rahim Mama udah diangkat akibat tumor kandungan.

Suami: Ya, kan bisa pinjam rahim janda sebelah, Ma...

Istri : Apa?! Papa mau main gila ya? (Berdiri sambil melempar sandal. Tapi Papa dengan sigap berhasil menangkap dan langsung melahap sandal malang tersebut)

Suami: Becanda Ma... Becanda....

Istri : Becanda atau beneran? Hayo ngaku!

Suami: Kalau Mama marah, Papa becanda aja deh

Istri : Lah, kalau Mama nggak marah?

Suami: Ya mohon direstui

Istri : Papa.....!! (Menjerit keras, memetik sekuntum bungan lalu melemparnya penuh esmosi. Lagi lagi Papa berhasil menghindari bunga tersebut. Tapi tidak dengan vasnya)

Suami: Hus! Jangan keras keras... Nggak enak didengar tetangga.

Istri : Habisnya Papa kelewatan kalu becanda. Nggak lucu lagi guyonan macam itu. Ingat, ucapan itu sebagian dari doa walaupun dalam rangka bercanda.

Suami: Gitu ya?

Istri : Iya. Makanya hati-hati kalau ngomong. Ntar kejadi

Share: